Page 488 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 488

IntelIgensI embun PagI

           ke pusat lapangan seperti besi ditarik magnet. Kali ini, Zarah
           yakin apa yang dialaminya bukan lagi halusinasi zat psikoaktif.







           Telapak kaki ketiganya berangsur melayang di atas tanah.
              “Portal membuka,” desis Sati. Peristiwa semacam ini sudah

           dialaminya berkali-kali, tapi ketakutan itu tetap nyata terasa.
           Terbukanya portal Infiltran adalah perjudian terbesar yang
           bisa terjadi kepada para Penjaga. Itulah hal terdekat dengan
           konsep kematian dalam pemahaman manusia fana.
              “Tenang, Sati. Dia akan keluar sebentar lagi,” sahut Simon.
           Namun, wajah Simon pun tak luput dari kepanikan. Tungkai-
           tungkainya kaku bagaikan robot. Tubuhnya, tubuh Sati, dan
           tubuh  Togu mulai terlihat seperti kain  gossamer.  Tipis dan

           halus macam rajutan sarang laba-laba. Simon tahu apa yang
           akan terjadi sebentar lagi jika portal itu tidak segera menutup.
              “Kalau perhitunganmu salah, kita habis. Saat ini juga,” kata
           Sati.
              “Ada Peretas lain.”

              Sati menoleh ke arah Simon. Kalimat Simon barusan ikut
           diucapkan oleh mulutnya tanpa bisa ia kendalikan. “Simon,
           kita mulai tersinkronisasi,” serunya.
              Selang satu detik, mulut Simon dan Togu membunyikan
           kalimat persis sama dengan Sati. Ketiganya melayang semakin
           tinggi, hampir setengah meter dari tanah.



                                                                 473
   483   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493