Page 494 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 494

KEPING 81




                       Hancur dari Dalam












                     alam ingatan Zarah yang terakhir, ia meneriakkan
                     panggilannya kepada Firas. Panggilan itu terus

           Dbersambung. Firas begitu dekat sekaligus tak
           tergapai.  “Ayah,” erangnya. Matanya membuka. Segalanya
           terlihat berbayang, tapi Zarah tahu ia sudah tidak lagi di
           Bukit Jambul. Seiring dengan rasa sakit yang mulai berdenyut

           dari beberapa bagian tubuh, perlahan ia menangkap dimensi
           ruangan tempatnya berada, menyadari lantai kayu yang
           menopangnya.
              Zarah berusaha menggerakkan badan. Sebuah benda ikut
           bergeser. Di atas dadanya terdapat sekeping batu kecil yang

           diletakkan oleh entah siapa. Zarah memungutnya. Batu pipih
           berwarna abu gelap dengan torehan sebuah simbol.
              “Zarah….”
   489   490   491   492   493   494   495   496   497   498   499