Page 499 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 499

Keping 81


             Reaksi Zarah tiba-tiba memunculkan sepotong kata dalam

           benak Alfa. Konversi. “Portal… adalah jalan belakang untuk
           masuk ke kandi… juga ke Sunyavima. Peretas Gerbang…
           adalah  akses untuk  membuka  portal,”  ucapnya patah-
           patah, berusaha menata pemahaman yang menghantamnya

           sekaligus.  “Mereka butuh kamu, tapi mereka tidak berniat
           mengembalikan ayahmu. Mereka mau mengonversinya.”
             “Apa… apa maksudnya konversi?” Zarah tergagap.
             “Menjadi bagian dari Sarvara,” jawab Bodhi.
             Zarah menggeleng kencang. “Ayahku lebih kuat daripada
           itu. Aku yang belum sepenuhnya melek juga bisa membedakan

           kubu kita dengan jelas, apalagi Ayah!”
             “Dan,  tetap  kamu  mengorbankan  portal  kita  demi
           menyelamatkan ayahmu,” timpal Alfa. “Kita semua punya titik
           lemah, Zarah. Sarvara dengan kemampuan seperti Pak Simon

           bisa memanfaatkannya dengan gampang.”
             “Kamu akan bertindak lain kalau kamu di posisiku, Alfa?”
           Zarah bertanya balik.
             Alfa terdiam. Penjelasan para Infiltran semakin masuk
           akal. Sarvara tidak perlu merusak apa-apa. Peretas-lah yang

           akan menggerogoti gugus mereka sendiri.  Terjebak dalam
           kehidupan manusia, Peretas adalah makhluk yang rapuh
           dan lemah. Dirinya tak terkecuali. Beberapa jam lalu ia pun
           sudah siap menyerah. “Tapi, aku tidak mungkin berkhianat,”

           gumamnya.



           484
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504