Page 497 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 497

Keping 81


             “Terputus? Apa artinya?” tanya Zarah.
             “Dia bukan bagian dari kita lagi. Nggak cuma itu.

           Petir bahkan sudah merusak kandi,” kata Bodhi, getir.
           Mengatakannya pun masih terasa menyakitkan.
             Napas Zarah menghela berat, menyadari bahwa ia pun
           nyaris melakukan hal serupa. “Siapa satu lagi?” tanyanya pelan.
             “Permata.” Gio yang bersuara.

             Zarah sontak menoleh ke arah Gio dengan tatapan curiga.
           Gio ternyata tahu lebih banyak daripada dugaannya. “Di mana
           dia? Terputus juga?”
             “Dia belum turun.” Sorot mata Gio pun lari dari tatapan
           Zarah.
             “Turun? Maksudnya, belum bangun?” sahut Alfa.
             Gio meremas jemarinya. Percakapan itu membuatnya tidak
           nyaman. Akhirnya, ia menganggukkan kepala, hanya supaya

           Alfa beroleh jawaban.
             “Bagaimana kita bisa sampai di sini? Ada yang tahu?” tanya
           Zarah.
             “Setelah kita terlempar, aku lihat tiga jalur Infiltran,” kata
           Bodhi. “Nggak tahu gimana caranya, tapi pasti mereka yang

           bawa kita ke sini.”
             “Yang aku belum ngerti adalah apa yang sebenarnya
           terjadi di bukit itu,” ujar Alfa, “aku dan Bodhi seperti terseret
           masuk….”
             “Aku bertransaksi dengan Pak Simon,” Zarah menyahut
           dengan kepala tertunduk. “Dia salah satu dari para Penjaga….”



           482
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502