Page 500 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 500

IntelIgensI embun PagI

              Wajah Zarah bersemburat merah. “Kamu nggak tahu apa-
           apa tentang aku, tentang keluargaku!”

              “Ayahmu ada di Bukit Jambul, Zarah.”
              Sebagai respons dari potongan informasi yang sekonyong-
           konyong diucapkan Gio, ruangan itu senyap seketika.
              Zarah rasanya tak bisa memercayai apa yang baru
           didengarnya.  Berapa banyak lagi rahasia dan kejutan yang

           disimpan Gio selama ini? “Kamu ketemu ayahku?”
              Gio menarik napas panjang, mengumpulkan kekuatan.
           “Aku ketemu jasadnya.”
              “Ayah masih hidup!” kata Zarah garang.
              “Dia ada di sebuah lubang. Seperti gua,” sambung Gio.
              “Apa pun yang kamu lihat, itu pasti bukan Ayah. Aku lihat
           sendiri di portal. Dia keluar dari Sunyavima!”
              “Aku tahu apa itu Sunyavima. Aku pernah terjebak di

           sana,” ujar Alfa.  “Tempat itu menjebak pikiran, menjebak
           batin. Tubuh kita nggak berfungsi. Kayak mumi.”
              “Dua belas tahun, Zarah. Tidak ada tubuh biologis yang
           bisa bertahan sebegitu lama tanpa penghuni,” sahut Gio. “Apa
           pun yang keluar dari portal itu, sudah bukan ayahmu lagi,”

           sambungnya lirih.
              Bibir Zarah bergetar menahan murka.  “Tidak terhitung
           aku bolak-balik ke Bukit Jambul dari dulu. Nggak mungkin
           ayahku mati di sana dan aku nggak tahu.”
              “Lubang  itu tertutup tanaman.  Tidak ada bau karena
           ada semacam daun-daun herbal disimpan entah siapa, yang



                                                                 485
   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505