Page 523 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 523

Keping 83


             “Di depan mata kamu. Bukan mataku.” Zarah menepiskan
           pegangan Gio. “Kita mungkin satu gugus, tapi bukan berarti
           kita sepakat untuk segala hal.”

             Dalam keremangan, Gio berusaha menelaah, mencari
           apa yang diharapkannya akan jujur terungkap. Namun, yang
           ia temukan di bola mata itu hanyalah kemarahan. Hati Gio
           ikut terguncang. Pahitnya Ayahuasca menyeruak lagi di
           pengecapannya.
             “Asko masih butuh kamu. Mereka menunggu di atas,” kata
           Gio.
             “Sudah cukup aku merusak. Aku nggak mau menambah
           beban kalian lagi,” tandas Zarah sambil tergesa menghapus air

           mata, membuang mukanya ke arah lain.
             “Mereka bilang, kita masih punya satu kesempatan
           terakhir.”
             Ucapan Gio mengusiknya. “Kamu percaya?” tanya Zarah
           pelan.
             “Sama seperti kamu, aku masih ingin bisa berharap
           meskipun cuma kepada udara kosong.” Gio bangkit berdiri.
           “Tapi, dengan mereka, aku bukan cuma berharap. Bukan cuma
           percaya. Aku tahu. Untuk misi ini aku terlahir,” tandasnya.
             Ke balik semak ilalang, Gio kembali mendaki. Ke kabut
           tipis yang mengecupi permukaan sungai, pandangan Zarah
           kembali berpulang.









           508
   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528