Page 531 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 531
Keping 84
“Kamu keluar dari rencana. Kenapa?” desak Gio.
“Dalam samsara, kita semua sama. Tapi, kenapa cuma
Peretas yang punya akses ke percepatan? Aku ingin menolong
lebih banyak dan lebih cepat daripada yang kita lakukan
selama ini. Itu saja.”
“Kamu mengorbankan banyak Peretas demi rencanamu.”
“Ada hal-hal yang sudah pasti terjadi, dengan atau tanpa
rencanaku.”
“Tidak begitu caranya.”
Keduanya terguncang di udara. Seluruh Asko tampak
bergetar.
Kepanikan mulai membayang di wajah Diva. “Keraguanmu,
kecurigaanmu, berakibat fatal di kandi. Koneksi para Peretas
dibangun oleh rasa percaya,” katanya.
“Ada apa dengan kandimu sendiri?”
“Gugusku tidak bisa bertahan. Kandiku sudah lama hancur.
Cuma dari alam kandi aku bisa kembali ke kisi Infiltran. Aku
akan punya kesempatan membangun kandi baru, gugus baru,”
jawab Diva. “Kalau aku berakhir di Bumi, aku hanya akan
teraduk lagi di samsara. Semua kesempatan itu hilang. Semua
pengorbanan kami sia-sia.”
“Siapa yang memberimu akses masuk ke Asko? Tidak
ada Peretas lain yang bisa masuk kecuali kalau….” Gio mulai
kehilangan keseimbangan. Tubuhnya tidak lagi ringan.
“Kamu harus terus naik. Benturkan dirimu ke jaring,” kata
Diva tergesa.
516

