Page 532 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 532

IntelIgensI embun PagI

              Gio bisa merasakan pikirannya mulai tidak koheren.  Ini
           mimpi? Apakah aku tertidur? Pertanyaan-pertanyaan dari alam

           sadar mulai merangkak masuk. Asko semakin memuram dan
           bergoyang.
              “Asko! Ini kesempatan  terakhir kalian!”  Terdengar Diva
           berteriak putus asa, berbarengan dengan Gio yang merasa
           terbetot ke atas. Diva, menariknya sekuat tenaga. Melejitkannya

           ke ujung kisi.
              “Kalian terlalu penting untuk gagal.” Kalimat terakhir
           Diva yang Gio dengar. Tangan Gio merentang, menyentuh
           ujung kisi yang terasa sejuk. Kesejukan itu merambat cepat,
           membuat tubuhnya kaku bagai patung es. Berat tubuhnya
           tidak lagi tertopang. Dengan kecepatan tinggi Gio meluncur
           jatuh. Mengempas ke dalam bangunan bersimbol mata kucing
           yang bertransformasi cepat menjadi sebuah bola dengan rona

           kuning menyala. Hidup dan siap menelannya.






           Terdengar  bunyi  tubuh  ambruk ke lantai. Satu. Dua. Tiga.

           Empat. Satu di antaranya terdengar tergopoh-gopoh ke pintu
           luar.
              Alfa membuka mata, sejenak menggoyangkan kepala demi
           mengusir sisa pening. Dari kelima orang di lingkar pertama,
           ternyata hanya tinggal dirinya yang duduk tegak. Elektra
           bahkan tidak ada di tempat. Alfa menduga, orang yang sedang



                                                                 517
   527   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537