Page 550 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 550

IntelIgensI embun PagI

              “Nggak.” Elektra membanting setir ke bahu jalan. “Tenang,
           kita bakal sampai ke bandara kurang dari sejam.”







           Kondisi bandara pagi hari yang hiruk pikuk menyambut enam
           orang yang berjuang menyalip kerumunan manusia demi

           mencapai loket tiket.
              “Duit di dompetku cuma cukup sekali makan. Aku nggak
           akan bisa beli tiket,” kata Bodhi, menyejajarkan langkahnya
           dengan Alfa yang berjalan paling depan.
              “Uang saya juga banyaknya di celengan, di dompet nggak
           cukup,” sahut Elektra.
              “Asal ada komputer dan koneksi internet, aku bisa sulap
           tiket buat kita semua.” Toni terdengar gemas.

              “Nggak usah kayak orang susah, Ton. Aku punya duit. Just
           don’t ever hack me.” Alfa menghampiri loket.
              Petugas  perempuan  di  balik  kaca  melengkungkan  bibir
           berlapis gincu merahnya kepada Alfa.
              “Medan, enam orang, Mbak.”

              “Enam orang?” Petugas itu seperti mencurigai sesuatu.
           “Bapak Alfa Sagala?” tanyanya hati-hati.
              “Iya, betul.”
              “Sudah ada, Pak. Silakan langsung  check-in.”  Petugas itu
           menyerahkan setumpuk tiket.
              “Oh, oke. Terima kasih.” Terlongo, Alfa menerimanya.



                                                                 535
   545   546   547   548   549   550   551   552   553   554   555