Page 584 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 584

IntelIgensI embun PagI

              “Halo?” Ronggur berkata ragu. Sejenak ia mendengarkan

           suara penelepon itu.  Tangannya langsung merentang,
           menyodorkan teleponnya kepada Alfa.
              Alfa menerimanya dengan bingung. Mukanya berubah
           seketika ketika ia mengidentifikasi suara yang memanggil-

           manggil dari ujung sana. “Mamak?”
              “Sudah sampai kau?”
              “Sudah… sudah, Mak.”
              “Kapan ke kampung?”
              “Besok… mungkin?”
              “Jangan lupa kau ke rumah ompung-mu, ya. Tengok juga

           bapaktua-mu. Mampir dulu ke amangboru-mu, namboru-mu,
           tulang-mu, nantulang-mu….”
              “Kalau sempat ya, Mak. Kalau sempat!” sahut Alfa cepat.
              “Ya, dibikin sempatlah!” tegas Sondang. “Nanti lagi kita ke

           kampung, kan, sudah buat pesta perkawinanmu.”
              “Mak, sebentar dulu. Tahu nomor ini dari mana?”
              “Dari calonmu.”
              “Calon?”  Alfa  tak  menyangka  senjata  rahasianya  akan
           berbalik begitu cepat menjadi senjata makan tuan.

              Ada jeda sebelum ibunya menjawab dengan nada penuh
           kemenangan. “Memangnya cuma kau yang bisa bikin kami
           kaget?” katanya.  “Cantik kali dia, Chon.  Tak sangka kami.
           Macam bintang film luar negeri.”

              “Sebentar, Mak. Mamak ngomongin siapa, sih?”



                                                                 569
   579   580   581   582   583   584   585   586   587   588   589