Page 581 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 581

Keping 87


             Semua menggeleng. Kecuali satu.
                                                       34
             Air muka Nai Gomgom berubah khawatir. “Ito , sebetulnya
           di kampung tadi….”
             “Tadi pagi aku telepon Mamak, Ompu,” potong Alfa. Ia
           tidak bisa membiarkan Nai Gomgom menanggung beban
           untuk menjelaskan.
             “Mamakmu? MAMAKMU?” Suara Ronggur Panghutur
                                              35
           menggelegar di lembah itu. “Satu huta  sekarang sudah tahu
           kau datang! Ompung-mu mungkin lagi potong ayam!”
             “Sedang dimasak,” timpal Nai Gomgom lirih.
             “Ini daerahku, Ompu. Besar kemungkinan orang lihat aku.
           Kupikir lebih baik aku terus terang sama Bapak-Mamak.
           Kalau mereka tahu dari orang, mati awak nanti.”
             “Sarvara yang bakal bunuh kau, bukan mamak kau!” bentak
           Ronggur.

             “Alfa lebih takut ibunya daripada Sarvara,” celetuk Bodhi.
             “Ah, Sagala. Kupikir pintar kau. Bodoh rupanya. Macam
           mana,”  Ronggur  berdecak  sambil  menggosok  tengkuknya.
           “Ya, sudah. Kita harus ambil jalan putar. Tak bisa mendekat ke
           Sianjur Mula-Mula. Empat jamlah minimal kita jalan kaki.”

             Toni berkacak pinggang.  “Artinya, penghematan waktu
           dengan helikopter jadi percuma?”
             “Hei. Masih lebih baik daripada naik minibus tadi,” sahut
           Alfa cepat.
           34   Panggilan untuk perempuan/pria yang sebaya atau sejajar posisinya
             secara adat (bahasa Batak).
           35   Kampung/desa (bahasa Batak).


           566
   576   577   578   579   580   581   582   583   584   585   586