Page 585 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 585
Keping 87
Sondang begitu hanyut hingga seperti tak mendengarkan
Alfa. “Jangan sampai lepas, Chon. Nyesal kau nanti. Mana
mungkin lagi dapat yang lebih dari dia. Kok, bisa-bisanya dia
mau sama kau?”
“Tak tahu aku yang Mamak maksud!” kata Alfa setengah
berteriak.
Suara Sondang akhirnya melunak. “Jadi, Miranda ke rumah
kami tadi pagi. Dia bilang mau nyusul kau dan rombonganmu
ke kampung. Tapi, jangan kasih tahu kau dulu, katanya. Mau
kasih kejutan dia rupanya.”
“Miranda… ke rumah?” Alfa harus mengulang kata-kata
itu, dan ketika diucapkan, semakin absurd rasanya.
“Si Miranda bisa cakap Indonesia sama Mamak. Kau yang
ajari, katanya. Baik dia orangnya, Chon. Pintar kulihat.”
“Mukanya kayak apa, Mak?”
“Hah?” Sondang bingung dengan pertanyaan Alfa yang tak
ia duga.
“Eh… maksudku, pakai baju apa dia? Rambutnya masih
pirang? Panjang? Katanya, dia mau potong rambut. Siapa yang
antar?” Alfa berpikir keras untuk memancing sosok “Miranda”
yang misterius ini.
“Ada mobil Mercy antar dia. Rambutnya Miranda tadi
panjang, hitam. Bajunya ya, cantiklah. Macam artis.”
“Oh, ya. Belum potong rambut berarti.” Alfa berusaha
tertawa.
“Tadi ada kami ambil foto sama dia….”
570

