Page 583 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 583
Keping 87
menaungi mereka bertujuh. “Kalian makan dululah kalau
lapar.”
“Nggak ada yang bawa sepatu lebih, ya?” ujar Toni sambil
mengatur napasnya yang terengah.
Ronggur melonggarkan tali sepatu karetnya. “Mau kau
pakai ini?”
“Bapak nanti pakai apa?” tanya Toni.
“Telanjang kakilah. Tak apa.” Ronggur mengoper sepasang
sepatunya ke dekat Toni.
“Makasih, Pak,” Toni meraih sepatu itu. Matanya memejam,
hidungnya otomatis menahan napas. “Mungkin Etra lebih
butuh,” Toni langsung menggeser sepasang sepatu itu ke arah
Elektra.
Angin berembus dengan strategis, memungkinkan Elektra
mencium niat bulus Toni. “Kegedean,” katanya ketus sambil
mendelik sebal.
“Kirain Infiltran bebas bau,” gumam Toni.
“Kalian jadi pinjam atau tidak?” Ronggur mulai tidak sabar.
Situasi Toni terselamatkan oleh bunyi ring tone lagu pop
Batak yang terdengar begitu ganjil di perbukitan yang sunyi
senyap. Ronggur membongkar tasnya, mengeluarkan sebuah
ponsel yang menjadi sumber bunyi.
“Ini bukan dari jaringan kami,” gumamnya dengan kening
berkerut. Keenam Peretas saling berpandangan dengan
ekspresi tegang.
568

