Page 579 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 579

Keping 87


             “Tak ada rumah suaka di sini,” sahut Ronggur sambil
           membagikan kaleng-kaleng persegi panjang dari dalam

           tasnya.  “Untuk  makan  kalian.  Ransum  tentara  itu.  Seribu
           dua ratus kalori satu kaleng. Masing-masing bawa empat,
           buat jaga-jaga. Ini untuk kalian minum.” Ronggur kemudian
           membagikan  botol-botol  plastik berisi air minum.  Kepada
           Gio, ia menyerahkan sebuah jam tangan berkompas.  “Kau

           bertanggung jawab soal waktu. Apa pun yang terjadi, sebelum
           matahari terbenam, kalian harus sudah sampai di atas.”
             Gio langsung memasangkannya di pergelangan. Setelah
           kejadian di Bukit Jambul, jam tangan miliknya tidak lagi
           berfungsi.
             “Om. Kok, dia doang?” tanya Toni.
             “Kau, kan, sudah pakai?” Ronggur melirik jam plastik yang
           melingkar di tangan Toni.

             “Nggak ada kompasnya, Om. Kalau nyasar gimana?”
             “Ya, kau tanya dia,” Ronggur menunjuk Gio. “Atau tanya si
           Alfa. Atau tanya aku. Sudahlah, satu arloji cukup buat semua.”
             “Low profile,” gumam Alfa kepada Toni.
             “Makanan boleh hilang, minuman boleh hilang, jam dan

           kompas boleh rusak, tapi satu yang tidak boleh berpisah dari
           kalian.” Dari dalam  tasnya, Ronggur mengambil kantong-
           kantong kain dengan tali panjang, membagikannya satu-satu.
           “Masukkan batu kalian ke situ, pasang di leher, masukkan
           celana dalam, terserah. Kalau perlu kalian telan kalau sudah
           kepepet. Pokoknya jangan sampai diambil siapa pun. Ngerti?”



           564
   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584