Page 608 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 608
IntelIgensI embun PagI
Elektra membalikkan tubuhnya sambil meringis linu. Tidak
ada yang patah, ia yakin itu. Namun, ia bisa membayangkan
memar, baret, dan gores yang saat ini menghiasi tubuhnya di
mana-mana. Dengan gerakan tersendat-sendat ia mengikuti
Toni.
Cericit lincah burung murai terdengar meliuk panjang
dipantulkan oleh dinding-dinding tebing. Rasa nyeri
dari berbagai lokasi di tubuhnya mulai merambat naik ke
permukaan kesadaran. Kelopak mata Zarah mengangkat
pelan, mendapatkan garis horizon yang membatasi secuplik
permukaan danau dan langit di kejauhan. Napas Zarah
langsung memburu ketika sadar apa yang terjadi. Kakinya yang
tidak menapak ke mana pun adalah alasan mengapa horizon
begitu jelas terlihat.
“Jangan bergerak.”
Tubuh Zarah mengunci kaku, hanya ekor matanya yang
melihat seseorang menempel di dinding tebing sekitar dua
puluh meter di sisi kiri. Gio.
“Berapa meter kita dari atas?” tanya Zarah dengan suara
gemetar.
“Dua puluh. Kurang lebih. Ke bawah, nggak tahu berapa
ratus. Kamu kesangkut di tengkuk.”
593

