Page 609 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 609

Keping 90


             Zarah mengamati bebatuan di sekitarnya yang terus

           melongsor  sedikit demi  sedikit.  “Kamu  nggak  bisa ke  sini,
           Gio.”
             “Aku tahu. Aku akan ke atas dan kembali lagi buat bawa
           kamu. Di sisiku cukup banyak  hold.” Sedikit peralatan

           memanjat yang Gio bawa untuk berjaga-jaga ada di ranselnya.
           Jika ia bisa memanjat ke permukaan, menemukan ranselnya
           yang tercecer, ia bisa turun lagi dengan perlengkapan yang
           memadai untuk mengevakuasi Zarah.
             “Yakin?” Zarah berusaha tidak melihat ke bawah. Dari
           pemandangan yang ia lihat dari lurusan matanya, Zarah bisa

           membayangkan ketinggian seperti apa yang menggantungnya
           saat ini, dan bagaimana kain jaketnya adalah satu-satunya yang
           menahan tubuhnya dari terjun bebas ke dasar jurang.
             “Nggak. Tapi, aku harus coba.”

             Dari ekor matanya, Zarah melihat Gio mulai bergerak,
           tungkainya bergerak satu demi satu. Sementara Zarah
           berjuang untuk tidak bergerak sesenti pun. Setiap desir angin
           membuatnya gugup. Posisi Gio semakin tinggi. Sebentar lagi
           akan keluar dari bingkai matanya.

             “Lagu apa?” seru Zarah.
             “Apa?” Gio sejenak berhenti.
             “Yang kamu nyanyikan untuk Paul di Patagonia.”
             Gio menggeleng sambil melanjutkan pendakiannya.  “No

           way. Aku akan mengangkatmu naik secepatnya.”



           594
   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613   614