Page 611 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 611

Keping 90


           memeriksa denyut nadi Bodhi. “Gawat,” bisiknya. Tangannya
           langsung siap memompa dada Bodhi. Cepat, Elektra menarik
           tangannya lagi. “Nggak bisa. Aku nggak tahu ada tulang yang

           patah atau nggak, ini serangan jantung atau gagal jantung.
           Kita nggak tahu….”
             “Setrum, Tra.”
             Elektra membeliak. “Semua kemampuan kita nggak ada
           yang aktif!”
             “Peduli amat! Coba saja!” sentak Toni.
             “Nggak bakal bisa!”
             “Kamu nggak butuh Asko buat bisa nyetrum. Berarti, kamu
           juga nggak butuh Infiltran buat jadi sakelar.” Kedua tangan

           Toni mengayun, meraih kedua telapak tangan Elektra dan
           menempelkannya di dada Bodhi. Tubuh Bodhi berguncang
           seiring dengan Toni yang mencelat.
             “Mpret!” teriak Elektra. Toni menggelincir ke bawah.






           Akibat sudut runcing yang kini memisahkan posisi mereka,
           Zarah tidak bisa lagi melihat Gio, tapi ia tahu persis apa yang
           akan Gio lakukan. “Kamu nggak akan bisa sampai ke sini!”
           teriaknya. “No holds!”

             Gio tidak berhenti. Dinding batu ke arah Zarah
           semakin tidak bersahabat. Gio menggeram ketika salah satu
           pegangannya hanya berupa celah yang muat untuk satu buku
           jari. Otot-ototnya seperti dibakar dari dalam.


           596
   606   607   608   609   610   611   612   613   614   615   616