Page 613 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 613

Keping 90


             “Aku tahu situasiku. Nggak mungkin. Kita berdua bakal
           jatuh.” Menghalau Gio adalah satu-satunya yang Zarah bisa

           lakukan untuk menyelamatkan setidaknya salah seorang dari
           mereka berdua.
             “Kita nggak akan mati hari ini.”
             “Kita berdua bakal mati kalau kamu nggak berhenti!” teriak
           Zarah. “Satu dari kita harus selamat. Mereka akan cari jalan

           keluar untuk Peretas Puncak. Peretas lain, menggantikan
           aku.” Kerongkongan Zarah tersekat, tak menyangka intensitas
           kepedihan yang mengiris hatinya saat kalimat itu terucap.
           Bibirnya gemetar menahan isak.
             Gio tak menanggapi dan terus fokus kepada celah-
           celah  sempit yang  bisa  ia  jadikan pijakan.  Zarah  tinggal
           tiga  bentangan lengan  darinya. Gio meletakkan pegangan
           terakhirnya ke sebuah sisa batang pohon yang tertancap di

           tebing. Sebuah batang pohon pernah menyelamatkannya satu
           kali. Kini, ia butuh ditolong sekali lagi. Bertahanlah, aku mohon.
           Kau pegangan terakhirku, Gio meratap dalam hati kepada akar
           pohon di dalam bebatuan.
             Hati-hati, Gio mulai menumpukan berat tubuh di lengan

           kanannya yang memeluk erat batang pohon. Dua kaki memijak
           di tonjolan batu yang cukup kokoh. Tangan pun kirinya pun
           merentang pelan, berusaha menjangkau tubuh Zarah.
             Zarah perlahan-lahan mengangkat tangan kirinya yang
           tremor untuk menggapai uluran tangan Gio.
             “Damn,” desis Gio. Zarah masih terlalu jauh untuk diraih.



           598
   608   609   610   611   612   613   614   615   616   617   618