Page 614 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 614

IntelIgensI embun PagI

              “Nggak bisa.”
              “Ayun, Zarah!” teriak Gio.

              Air mata mengalir pelan di pipi Zarah. “Gio, nggak bisa…
           terlalu jauh….”
              “Please. Percaya,” ratap Gio.  “Aku akan tangkap kamu.”
           Terdengar bunyi sobekan kain disusul teriakan suara jeritan
           yang melengking tinggi. Zarah terlepas dari sangkutannya.







           “MPRET!” jerit Elektra.
              “Hidup!”  Terdengar teriakan Mpret di bawah sana.
           Seonggok semak berhasil menahan laju gelincirnya, dan
           sebuah batang yang mencuat dari lereng berhasil ia caplok
           untuk akhirnya ia benar-benar bisa berhenti meluncur.

              Di hadapannya, Bodhi belum siuman. Elektra tidak
           sepenuhnya  mengerti  bagaimana  aliran  listriknya  bisa
           kembali berfungsi, ia juga tidak tahu apakah kali ini ia bisa
           mengadakannya dengan kendali dan bukan insidental.  Ayo,
           Elektra. Demi Wimala Bersaudara. Tunjukkan kemampuanmu!

              Elektra meletakkan kedua tangannya di dada Bodhi
           sambil mengatur napas. Sekilas, melintas bayangan Sati dan
           berbagai nasihatnya selama ini; mengendalikan, menahan,
           mengalirkannya dalam jumlah aman. Melintas pula kata-kata
           Mpret. Lu dibonsai dan lu nggak sadar. Elektra tersadar bahwa
           keduanya benar. Bertahun-tahun, Sati telah membonsainya



                                                                 599
   609   610   611   612   613   614   615   616   617   618   619