Page 644 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 644

IntelIgensI embun PagI

              Sementara, di sebelah Gio, mata Zarah memejam. Ada
           sebuah bisikan halus yang menggetarkan hatinya. Suara yang

           memanggil entah dari mana, suara yang seolah menitipkan
           keputusan untuk ikut mendukung Bodhi.
              “Oke,” cetus Gio.
              “Kita coba,” kata Zarah.
              Keduanya berbicara tumpang-tindih.

              Dari belakang, Elektra mendekat.  “Aku ikut Kakak
           Seperguruan.”
              “Sakit kalian semua!” damprat  Toni.  “Aku yang masuk
           kalau gitu.”
              Elektra mengerutkan kening.  “Kan, kamu bukan bagian
           dari….”
              “Justru itu!” tukas Toni. “Kalian semua terlalu penting. Aku
           dibawa buat jadi ban serep. Kalau aku yang ikut meledak sama

           Asko, minimal kalian masih bisa jalan utuh.”
              “Kalau kamu bukan bagian dari Asko, atau ada di sana
           tanpa seizin Alfa, kamu bakal terlempar keluar, Mpret,” kata
           Bodhi.
              “Terserah. Keluar lagi, ya, syukur. Kejeblos di Sunyavima,

           ya, untung di kalian. Pokoknya, aku yang masuk.” Dari
           sikapnya, terlihat  Toni tak akan membiarkan seorang pun
           untuk mengganggugugat keputusannya. “Bikinlah formasi apa
           itu.” Toni mengibaskan tangan.
              Kelimanya tak lagi mengambil posisi duduk. Dalam kondisi
           berdiri, mereka membuat lingkaran seadanya.



                                                                 629
   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648   649