Page 653 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 653

Keping 94


             “Aku tidak tahu lagi mana yang lebih mengagumkan.

           Semangat kalian atau kebodohan kalian,” ujar Simon dengan
           senyum geli.
             “Gua bisa hack lu sampai miskin, Anjing!” damprat Toni
           sambil berusaha bangkit.

             “Lawan kita dengan adil! Tanpa kekuatan aneh-aneh!” seru
           Bodhi. “Kita bertarung sampai mati!”
             “Aneh-aneh?” Simon tertawa keras. “Ini bukan sihir! Ini
           hukum alam interdimensi! Bayangkan rasanya bertarung
           dengan orang-orangan dari lidi, begitu rasanya kami bertarung
           dengan kalian! So, yes, please, make it more challenging!”

             “Pengecut!” teriak Zarah.
             Semburat angkara murka membersit di wajah Simon.
           “Pengecut adalah cecunguk-cecunguk Infiltran yang malah
           bersembunyi! Mana mereka, ha? Mana Kalden? Mana pencuri

           yang merebut anak-anak terbaik kami? Bersama kami, kalian
           menjadi makhluk-makhluk agung.  Tapi, mereka malah
           menjadikan kalian serdadu rendahan!”
             “Enough games!” Ishtar menukas. “Simpan tenaga kalian,
           portal membuka.”

             Ketiga Sarvara terbang mulus meninggalkan para Peretas,
           mendarat di tanah dan membentuk lingkaran mengelilingi
           Ishtar.
             Kumulasi awan di atas puncak akhirnya robek menjadi

           hujan badai.  Tumpahan air deras mengguyur gersangnya



           638
   648   649   650   651   652   653   654   655   656   657   658