Page 650 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 650
KEPING 94
Konversi
atu demi satu Peretas tiba di puncak. Persis konstruksi
piramida tumpul Bukit Jambul, puncak Dolok Simaung-
SMaung pun rata seperti lapangan bola.
Di tengah-tengah tanah lapang, tiga Sarvara berdiri
melingkar membentuk pagar. Tampak kelap-kelip lemah
cahaya di tubuh mereka. Di pusat lingkaran, berdirilah Ishtar,
mengenakan jubah putih panjang yang gemerlap.
Toni berteriak lantang sambil berlari ke arah mereka,
tangannya menggenggam bongkah-bongkah batu yang ia
pungut dari tanah. Ia lemparkan satu demi satu sekuat tenaga.
Ishtar mendengus. “Lihat. Betapa menyedihkannya
makhluk-makhluk nanggung itu. Datang kemari cuma buat
jadi mainan.”
Togu hanya perlu mengangkat tongkatnya, batu-batu itu
melayang balik ke arah Toni yang langsung sibuk menghindar.

