Page 651 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 651

Keping 94


             “Bekukan saja, Togu!” sahut Simon.
             “Simpan tenaga kita untuk portal. Mereka nggak mungkin
           bertahan lama,” sahut Sati.

             “Bunuh cuma butuh sedetik. Atau dua,” Togu menimpali.
             “Kita masih butuh mereka, Bodoh!” Ishtar melirik tubuhnya
           yang juga mulai berkelap-kelip. “Just bully them.”
             Bodhi dan Gio menerjang ke arah Simon dan Togu. Zarah,
           diikuti Elektra di belakangnya, berlari ke arah Sati.
             Togu dan Simon mengangkat kedua tongkat mereka.
           Tidak terjadi apa-apa. Tongkat mereka sudah tidak berfungsi
           seiring tekanan di puncak yang semakin kuat. Tekanan yang
           dirasakan oleh semuanya. Sarvara tak terkecuali.

             Telapak kaki Bodhi mendarat telak di dada Togu. Bodhi
           mendarat di tanah dan langsung memutar kakinya lagi.
           Tendangannya menghajar muka Togu. Togu terhuyung dan
           nyaris kehilangan keseimbangan.
                     38
             “Bodat!”   maki  Togu  sambil  melempar  tongkatnya  ke
           tanah.
             “Ayo,”  desis  Bodhi  dengan  kuda-kuda  siaga.  “Berkelahi
           sebagai manusia biasa.”
             Mengetahui tongkatnya juga sudah tidak berfungsi, Simon
           mengayunkannya untuk menghalau Gio yang merangsek
           maju.
             Ayunan batang tongkat itu berhenti, tertahan oleh kepalan

           Gio. Kencang, Gio mencengkeram tongkat itu dan gantian
           mendesak Simon.
           38   Monyet (bahasa Batak).


           636
   646   647   648   649   650   651   652   653   654   655   656