Page 648 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 648
IntelIgensI embun PagI
Kelimanya terdiam mendengar penjelasan singkat Toni.
“Berenam, kita akan membentuk gugus yang stabil. Cukup
stabil untuk menjaring energi besar yang bakal terkumpul di
puncak.” Nukilan petunjuk dari Alfa diucapkan ulang oleh
Toni sebagai penutup.
“Alfa lupa memperhitungkan satu hal,” Gio berkata pelan,
“waktu. Kita nggak akan punya cukup waktu.”
“Jadi, kita harus memilih? Menyelamatkan Alfa atau
menyelamatkan portal buat Peretas Puncak?” tanya Zarah.
“Kita tetap butuh Alfa. Lima Peretas jadi fondasi. Itu
syaratnya,” tandas Bodhi.
“Ada Toni,” sahut Zarah.
“Dia bukan bagian dari Asko,” potong Elektra.
“Kalau dia bisa masuk Antarabhava, berarti Alfa sudah
memberikan dia akses,” kata Bodhi, “tapi, Gio benar. Kalau
sampai kutub portal itu menetral atau berbalik, Infiltran nggak
mungkin menyiapkan portal baru dalam waktu singkat.”
Toni merangsek maju di tengah-tengah mereka. “Netral
kek, berbalik kek, tetap kita harus ke atas. Gimana nanti.”
“Kamu tahu butuh berapa lama untuk satu batu ini bisa
muncul di Bumi?” Gio mengacungkan batu milik Permata
yang bergantung di lehernya.
Toni tahu ia tak bisa menangkis soal itu. Keterhubungan
64 gugus yang bergantung kepada satu Peretas Puncak. Tapi,
ia juga tak bisa menyangkal satu hal. “Aku percaya Alfa,”
tegasnya. “Kita cuma butuh bertahan sebentar sebelum portal
633

