Page 667 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 667

Keping 96


           katanya. Melihat dua kapsul logam yang masih bergantung
           di  leher  Bodhi,  Liong  tersenyum.  Senyuman  pertama  yang

           dilihat Bodhi selama mereka bersama. “Kamu tidak butuh itu
           lagi, Bodhi. Kami selalu bersamamu.”
             Punggung  tangan  Bodhi mengusap cepat  titik air mata
           yang mengambang di ujung mata. “Alfa, jasadnya….”
             “Kami akan mengurusnya dengan baik. Seperti semua

           makhluk fana, tubuh Alfa kembali ke Bumi.  Tapi, sebagai
           Gelombang, dia akan kembali kepada kalian,” jawab Liong.
             “Dia tidak dibuang di samsara?” tanya Bodhi lirih.
             “Gelombang baru saja menyelamatkan salah satu siklus
           yang sangat penting. Bagaimana mungkin kami memutusnya?”
           Liong lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Bodhi. “Saat ini,
           dia sedang bersiap lagi menyiapkan kandi berikut. Temanmu
           yang satu itu tidak akan berhenti.” Telapak Liong mengangkat,

           dan batu dari leher Bodhi pun melayang keluar.
             Liong kemudian menghampiri  Toni. Menggiringnya ke
           satu titik tak jauh dari Bodhi.
             Sebelum fokus Liong berpindah ke batu di leher  Toni,
           Toni sudah  lebih  dulu  mengacungkan  tangan.  Sekeping

           batu bersemu biru terjepit di antara jempol dan telunjuknya.
           “Dengan kecepatan tangan, aku juga bisa mendahului sihirmu,
           Liong.”
             Liong tersenyum kecil. “Sayangnya, kamu salah batu, Toni.”
           Ke hadapan Toni, melayang sebuah batu kehitaman dengan
           simbol Gelombang. “Kamu menggantikan posisi Alfa.”



           652
   662   663   664   665   666   667   668   669   670   671   672