Page 666 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 666

IntelIgensI embun PagI

           ketika harus berhadapan dengan jasad Alfa. Mengiang ucapan
           terakhir Alfa sebelum pertemuannya di Antarabhava usai:
           Sekarang kamu bagian dari Asko.

              Lapis demi lapis awan kelam mulai tersibak. Sisa terang
           mentari menyeruak dan mulai menyinari bukit dengan sinar
           jingga kemerahan.
              Seseorang berdiri di depan mereka.  “Kalden Sakya.” Ia
           memperkenalkan diri sambil mengangguk hormat. Dari
           belakangnya, muncul satu demi satu sosok yang mereka kenal.
           Liong. Kell. Kas. Ronggur. Luca. Amaru.
              Kelima Peretas itu mengedarkan pandangan. Puncak bukit
           itu sudah dipenuhi oleh wujud-wujud lain yang tidak mereka

           kenal. Pria dan perempuan.
              “Kami berhasil?” tanya Gio, tak percaya.
              “Tugas  utamamu  baru  akan  dimulai,”  Amaru  menjawab.
           Bahasa Indonesia-nya bersih dan sempurna.
              Saat itu, sekeping memori terdekripsi bagi Gio. Peretas
           Gerbang dan Peretas Kunci adalah satu-satunya yang bisa
           menembus Asko bukan hanya dengan kesadaran, melainkan
           juga  fisik. Kehadiran  mereka berdua di  kandi  secara  utuh
           adalah prasyarat bagi turunnya Peretas puncak. Tugas mereka
           belum selesai.
              “Tidak heran Peretas Puncak kembali turun dari gugus
           kalian. Kalian tetap tim terbaik kami,” ucap Kalden.  “Aku

           jarang memuji,” tambahnya lagi.
              Liong menghampiri Bodhi, merangkul bahunya dengan
           lembut, menggiringnya ke satu titik.  “Di sini tempatmu,”


                                                                 651
   661   662   663   664   665   666   667   668   669   670   671