Page 66 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 66

IntelIgensI embun PagI

              “Saya temukan salah satu, saya yakin bakal temukan
           keduanya.”

              “Surat ini bisa jadi bukan apa-apa. Asko bisa jadi cuma
           manifestasi alam bawah sadarmu yang naik ke permukaan lalu
           meletup seperti gelembung kosong. Akar, Petir, dan S, bisa jadi
           bukan siapa-siapa. Kamu siap?”
              “Ini bukan pertaruhan buat saya, Bu. Saya cuma kepingin

           tahu. Kalau ternyata bukan apa-apa, saya bakal terima. Saya
           bakal minta maaf karena sudah buang waktu Ibu dan Elektra.
           Tapi sekarang, saya mohon untuk dibantu.”
              Sati menepuk lembut bahu Bodhi.  “Tidak ada waktu
           yang terbuang, Nak. Setiap detik yang saya jalani dengan
           kamu adalah kehormatan di pihak saya.” Sati menangkupkan
           tangannya di depan dada, sekilas merundukkan kepalanya.
              Elektra mulai merasa ia memperlakukan Bodhi terlalu

           semena-mena selama ini. Belum pernah ia melihat Sati begitu
           takzim berhadapan dengan seseorang.
              Sati menata bantal-bantal yang tertumpuk rapi di sudut
           ruangan  berkarpet  tempat  mereka  bersila.  Mengaturnya
           menjadi dua alas berbaring.

              “Silakan. Lebih aman untuk kalian berbaring daripada
           duduk atau berdiri.”
              Bodhi dan Elektra dengan hati-hati mengatur posisi di atas
           sambungan-sambungan bantal persegi bersarung batik.
              Dari ekor mata, Elektra melihat Sati menanggalkan seutas
           kalung. Sejak hari pertama mereka bertemu, benda satu itu



                                                                  51
   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71