Page 64 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 64
IntelIgensI embun PagI
“Kamu, kok, nggak pernah bilang sebelumnya?”
Elektra terlihat gugup seperti tertangkap basah. “Soalnya
kejadiannya nggak tentu, Bu. Kadang-kadang bisa. Kadang-
kadang nggak.”
“Elektra. Semua perkembangan kamu adalah tanggung
jawab saya. Kalau kamu kasih tahu ini lebih awal, kita bisa
langsung periksa dan tangani.”
“Memangnya itu nggak bagus ya, Bu?”
“Bukan soal bagus nggak bagus. Kamu punya potensi
besar. Ibu sudah bilang itu dari dulu.” Sati menghela napas-
nya, letih. “Kalian berdua adalah manusia luar biasa dengan
bakat yang berbeda. Punya kemampuan lebih tidak otomatis
menjadikan kalian manusia super. Sebaliknya, kalian justru
sangat rentan dan rapuh terhadap perubahan sekecil apa pun.
Makanya, orang-orang seperti kalian harus punya mentor.
Perkembangan kalian bisa dipantau dan dijaga supaya stabil.
Ada saatnya kalian akan bersinar. Tapi, untuk menuju sana,
kalian harus dipandu.” Sati mengalihkan perhatiannya kepada
Bodhi. “Saya yakin kamu sudah tahu kemampuanmu sejak
lama, yang kamu lihat sehari-hari beda dengan orang-orang
lain. Sejak kapan?”
“Dari kecil, Bu.”
“Selama ini, apa yang sudah kamu lakukan dengan
kemampuanmu itu?”
Bodhi hanya diam. Ia tahu jawaban dari pertanyaan itu
sebagaimana ia juga yakin Sati tahu. Ia berjalan di tempat.
49

