Page 67 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 67

Keping 48


           tidak pernah kelihatan berpisah dari Sati. Terbuat dari butiran
           merjan  berwarna  merah darah, Elektra sempat mengira

           kalung itu hanya aksesori biasa. Semakin mengenal Sati,
           Elektra semakin yakin kalung itu punya makna dan fungsi
           penting. Sati selalu menggunakannya untuk berdoa panjang
           dan bermeditasi. Elektra pernah menyaksikan Sati berdoa
           berjam-jam dengan kalung merah itu hingga akhirnya Elektra

           ketiduran karena tak sanggup menunggui semalaman.
             “Kalung ini sudah turun-temurun menjadi pusaka keluarga
           saya. Ditempa doa tak terhitung banyaknya. Kalung ini punya
           energi luar biasa yang bisa melindungi kalian.” Sati meletakkan
           satu ujung kalung ke dalam genggaman Elektra dan satu ujung
           lagi ke dalam genggaman Bodhi.
             Dalam posisi menengadah, Bodhi dan Elektra saling
           melirik. Jarak mereka berdua kini terpaut puluhan butir manik

           batu yang terasa dingin di genggaman.
             Sati meletakkan telapak tangannya di dahi Bodhi dan
           Elektra. “Niat akan menggerakkan pikiran. Pejamkan mata.
           Bersama-sama kita meniatkan diri untuk bisa melihat tempat
           bernama Asko.”

             Elektra memejamkan mata.  Tangan Sati hangat dan
           menenangkan. Tidak  ada  suara  selain  putaran  kipas  angin.
           Gelap yang ia lihat lambat laun mulai berubah wujud.









           52
   62   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72