Page 694 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 694

IntelIgensI embun PagI

              Bolak-balik, Jia berjalan ke ruang tamu untuk mengintip
           halaman depan. Setelah semalam pulang seperti patung tanah

           liat, pagi tadi Gio pamit pergi lagi dengan janji kembali untuk
           membawa seseorang.
              Jantungnya terlonjak ketika mendengar deru mesin
           mobil datang mendekat. “Antonio!” Jia langsung memanggil
           suaminya. “Eles estão vindo!”  41

              Mobil yang dikemudikan Gio meluncur masuk ke
           garasi. Sebelum pintu mobil membuka, Gio menggenggam
           tangan Zarah. “Aku harap ini nggak jadi beban buat kamu.
           Mamaku...,” Gio menelan ludah, “ini adalah impiannya, dan
           mungkin cuma tinggal ini yang bisa aku....”
              “Kamu adalah bagian terbesar dan terbaik dari hidupku
           sekarang, Gio. Ini bukan lagi mimpi, dan aku akan bilang itu
           sama mamamu.” Zarah mengecup sekilas pipi Gio, kemudian

           membuka pintu mobil.
              “Seriously?” Gio melongo.
              “Gio!” seru Jia sambil tergopoh menuju garasi. Ia sudah tak
           tahan lagi menunggu anggun di pintu depan.
              “Selamat siang,” sapa Zarah. Canggung.

              Gio langsung berdiri di sisinya. “Mama, ini Zarah.”
              Langkah Jia melambat. Sejelas terik matahari siang hari
           ini, seketika Jia tahu hubungan istimewa di antara mereka
           berdua. Sembari melempar senyum gugup, Jia mengamati
           perempuan  muda  di  hadapannya. Ia  tidak  pernah  bertemu

           41   Mereka datang (bahasa Portugis).


                                                                 679
   689   690   691   692   693   694   695   696   697   698   699