Page 691 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 691
Keping 98
ia menuruni tangga. Tidak ada siapa-siapa terlihat. Beberapa
langkah lagi menuju pintu luar.
“Pagi, Zarah.” Berdiri di teras, ibunya menyapa begitu
melihat Zarah muncul dari dalam. Tatapannya seketika
terhenti di baju yang dikenakan Zarah. Di rambut sebahu
anaknya yang tersisir lebih rapi daripada biasanya. “Mau ke
mana?”
“Ada undangan, Bu.” Jantung Zarah berdegup kencang.
“Undangan apa?”
“Makan siang. Di rumah Gio.”
“Siapa yang mengundang? Orangtuanya?”
Zarah mengangguk, ragu. Hatinya bersiap untuk menerima
tentangan, petuah, dan ceramah.
“Ibu suka Gio. Sepertinya dia baik.”
Mendengar itu, Zarah tertegun. Sepanjang ingatannya,
inilah kali pertama ibunya mendukung pilihannya dengan
begitu mudah.
“Kamu serius sama dia?” tanya Aisyah lagi.
Zarah kembali mengangguk, kali ini dengan yakin.
Aisyah membuang arah matanya ke pekarangan, mencari
kenangan yang tercecer di tengah dedaunan gugur, mencari
keberanian di sela kepak kupu-kupu yang mengecupi kembang
sepatu. “Ibu tidak pernah membesarkanmu sebagaimana
seharusnya kamu dibesarkan. Hanya Firas yang tahu
bagaimana memperlakukanmu dengan tepat. Kamu memang
676

