Page 690 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 690

IntelIgensI embun PagI

              Mata Toni membuka duluan. Elektra menyusul, menatap
           Toni dengan gugup. Dalam diam, keduanya berjalan beriringan

           ke arah pintu masuk.
              “Memangnya kamu mau punya pacar psikopat dan
           megalomaniak?” tanya Toni tiba-tiba.
              Elektra menahan senyum. “Memangnya orang kayak kamu
           butuh pacar?”

              Toni mengangkat bahu. “Saya pikir-pikir dulu. Asal tahu
           saja, saingan kamu banyak.”
              Elektra mengangguk. “Kewoy sama Iksan.”
              Toni tertawa lepas seraya merangkul bahu Elektra,
           menggiringnya masuk.







           Khusus hari itu, Zarah berusaha keluar dari zona nyaman
           kaus NGO gratisan dan celana kargo. Dari lambung tasnya,
           Zarah berhasil menemukan satu terusan selutut berwarna biru
           muda yang ia beli karena dipaksa Kimberly saat sale musim
           panas lalu di London, yang tampaknya ikut terkemas karena

           ketidaksengajaan. Sebuah kebetulan yang amat ia syukuri pagi
           ini.
              Bagai maling yang hendak minggat usai mencuri, Zarah
           mengendap hati-hati keluar dari kamarnya. Lantai atas aman.
           Hara  sudah  pergi  sekolah  sejak  tadi.  Zarah  melongokkan
           kepalanya melihat lantai bawah yang tampak sepi. Berjingkat,



                                                                 675
   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694   695