Page 689 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 689

Keping 98


           sedang menyemburatkan rona merah jambu, dan semakin
           memperlihatkan keinginan kuatnya untuk menciut menjadi

           undur-undur demi bisa menggali tanah dan tinggal di bawah
           permukaan bumi. Selamanya.
             Toni membungkam. Air  mukanya menunjukkan proses
           berpikir yang keras.
             Elektra melanjutkan  dengan hati-hati,  “Waktu kamu

           ulang tahun, saya pegang tangan kamu, ingat? Kewoy yang
           nyuruh….”
             “Kirain kamu yang naksir saya.”
             Elektra menganga.
             “Kalau ternyata nggak naksir juga nggak apa-apa, Tra.”
             “Bukannya justru…? Sebentar.” Elektra berkacak pinggang.
           “Mungkin karena kita sama-sama Peretas Memori, siapa
           sumbernya jadi membingungkan. Tapi, informasi itu nggak

           muncul begitu saja, dong. Pasti datang dari salah satu. Saya
           atau kamu.”
             Toni menarik lengan sweternya, menyodorkan telapaknya
           dalam posisi vertikal. “Kita buktikan saja.”
             Ragu, Elektra menyambut. “Gimana kalau sekarang malah

           nyetrum?”
             “Selama kita seimbang, segala interaksi kita aman.”
             “Tahu dari mana?”
             “Ngarang.”
             Perlahan, tangan mereka bertemu. Kedua mata mereka
           memejam. Sejenak.



           674
   684   685   686   687   688   689   690   691   692   693   694