Page 124 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 124
Cinta tidak Butuh tali
“Kemerdekaan. Itu kuncinya,” ucap Reuben perlahan.
“Per nahkah kita berikrar untuk mengikatkan diri? Cinta,
kan, tidak butuh tali? Ia membebaskan. Jadi, buat apa kita
melawan arusnya dan malah saling menjajah?”
Lamat-lamat Dimas tersenyum, meraih tangan keka sih nya
dan menggenggamnya erat.
Supernova
Ia mengeklik kotak surelnya. Merayapi surat demi surat yang
masuk.
>Supernova, saya mulai malas pergi melayat.
>Saya sedih melihat orang-orang berdukacita
>akan sesuatu yang seharusnya membahagiakan.
Saya juga malas. Dengan alasan yang sama. Tapi, pergilah
untuk orang-orang yang merasa ditinggalkan itu. Anggaplah
mereka menangis karena diri mereka belum terbangun dari
mimpi, sementara yang mati, sudah. Sama malasnya saya
pergi ke resepsi pernikahan. Kebanyakan dari mereka tidak
tahu apa yang mereka perbuat. Dan, orang-orang malah
turut bersukacita. Yang jelas, mereka memang
membutuhkan doa. Banyak doa. Datanglah untuk berdoa.
<send>
113

