Page 119 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 119
KEPING 9
Re melirik ke luar jendela lagi. Hamparan rumah me wah
model townhouse yang tertata apik. Hunian ideal bagi para
lajang sukses. Dalam satu geliat nasib, mendadak ru mah ini
terasa begitu sepi, dan ia adalah si Lajang Loser.
Lima menit kemudian, Re tersadar betapa konyol ini se-
mua. Ia, yang dikenal sebagai pengguna waktu yang efi sien
dan efektif, telah membuang setengah hari untuk melakukan
sesuatu yang tak bermakna. Berlari di tempat. Hanya dalam
waktu hitungan bulan. Bahkan, beberapa minggu yang lalu,
ia masih berusaha keras menyangkal semuanya, yang juga
per buatan tolol, karena ia hampir tak mampu menutupi apa
pun.
Satu malam ketika pergi makan dengan Alé, ponselnya
berdering. Kali pertama ia tertangkap basah.
“He, Rana? Oh, ya? Sudah terbit? Pasti! Kapan saya bisa
baca?” Re memutar posisi duduknya, memunggungi Alé.
“Rana? Reporter itu?” Alé langsung bertanya begitu Re
berbalik.
“Yup.”
“Kamu suka sama dia.”
“Sok tahu.”
“Aku melihatnya sejelas melihat sendok ini.”
“Gila. Dia sudah bersuami, tauk.” Re berkata, defensif.
“Lalu? Suka is suka. Sejak kapan pakai pilih-pilih?”
Re tergelak. “Lé, kita bukan freshmen lagi, umurku ber-
kepala tiga dalam beberapa bulan lagi. Aku tahu banyak
108

