Page 143 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 143

KEPING 11


           me la kukannya. Mungkin itulah yang paling ia tunggu-tung-
           gu dari malam ini.
                                                           18
             “Minha sol, aku bisa bercinta denganmu, esta hora . Seka-
           rang, di sini, saat ini juga,” bisik Gio.
             “Sayangnya, aku yang tidak bisa,” Diva balas membisik.
           “Ayo, kita pergi!” ia pun menggamit tangan Gio, “pakai mo-
           bil ku, dengan sopir. Biar kita bisa melanjutkan yang tadi.”

             Gio  pun  tertawa,  menyaksikan  mataharinya,  cintanya
           yang terpendam.



           Dimas & Reuben



           “Oh, ini benar-benar cobaan berat!”
             Mendengar teriakan Dimas, Reuben tergopoh-gopoh da-
           tang ke ruang kerja. “Ada apa? Komputernya mati? Be um
                                                                l
           di-save?” tanyanya panik.
             “Baca ini,” Dimas menyodorkan naskah yang masih ha-
           ngat dari printer.
             Reuben membaca sekilas. “Hmmm. Mau improvisasi, nih?”
             “Aku tahu pasti kamu nggak setuju.”

             “Sebenarnya, aku nggak keberatan dengan bumbu ro-
           mantis. Asal tujuannya jelas.”
             “Oh, jelas, kok!” cepat-cepat Dimas berkata, “coba, dibaca
           ulang.”


           18
              Sekarang juga.

           132
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148