Page 145 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 145

KEPING  12



                          Un Sol Em Noite













                 emenjak  bertemu  Diva,  Gio  memiliki  persepsi  lain

                 tentang  malam.  Andaikan  Diva  matahari  yang
           Smembakar bumi pada siang hari, maka gelap malam
           bukan berarti ia pergi. Justru langit menjadi hitam karena
           matahari berhasil menghanguskannya. Menjadikannya arang.
             Seperti membaca pikirannya, Diva, yang terbenam da lam
           pelukannya, mendongak sedikit. “Aku sudah tahu, ini akan
           menjadi malam yang indah.” Suara itu membisik ha lus, tulus.

             Gio menahan napas. Sebersit perasaan sentimental me-
           nyusupi hatinya, mengusik kenangan-kenangan lama. “Div,
           kamu masih ingat malam pertama kita?”
             “Oh. Ampun, deh. Kamu membuatnya terdengar se perti
           malam pernikahan,” Diva menggeliat, gerah.
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150