Page 146 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 146

Un Sol Em noitE

              “Mungkin artinya memang sama besar buatku.”
              “Dan, kamu masih menyimpan kunci itu?”
                    19
              “Claro , Querida. Aku tahu mungkin kedengarannya ko-
           nyol buatmu, tapi aku tidak peduli.”
              Diva terdiam. Berusaha ikut mengingat.
              Tak banyak peristiwa yang ia kenang, karenanya Gio
           beruntung, malam itu adalah salah satu momen yang masih
           dipertahankan dalam memorinya.
              Waktu itu, Gio masih tampak ingusan walaupun me reka

           sebaya. Wajah tampannya memancarkan kepolosan yang tak
           bisa dibohongi. Entah dari mana Gio mendengar tentang
           dirinya. Namun, tanpa perlu ditanyakan, Diva pun bisa me-
           nebak apa yang kira-kira anak itu dengar. Yang jelas, cukup
           membuat Gio nekat membobol tabungan pri badinya.
              Awalnya, Diva menganggap Gio tak lebih dari anak orang
           kaya berengsek yang cuma ingin menambah porto folio peng-
           alaman seksualnya untuk kemudian diobral ke teman-teman.
              “Itu tabungan saya, seratus persen. Jadi, saya harap ma lam

           ini nggak mengecewakan,” ujar Gio takut-takut saat itu.
              Diva tertawa. “Dari pertama kamu muncul, saya sudah
           berani menobatkan kamu sebagai klien saya yang paling
           gan teng. Sekarang, saya mulai menominasikan kamu se bagai
           klien saya terlucu. Tidakkah lebih baik uang itu dipakai buat
           beli buku, kek, pergi jalan-jalan ke mana, kek, atau mem-
           belikan pacar kamu cincin, kek.”


           19
              Tentu saja.

                                                                 135
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151