Page 159 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 159

KEPING 13


             “Apa? Data apa pula maksudmu?” Dimas setengah me-
           ngeluh. Tadinya, ia pikir ini obrolan sore hari yang ringan-

           ringan saja.
             “Kita ingin berbicara tentang cinta di level substansi. Bu-
           kan praktik. Cinta pacar, sahabat, kucing, tikus, dan seterus-
           nya itu, sudah merupakan format turunan. Coba, berapa
           banyak format yang harus kita telaah kalau begitu? Karena

           kenyataannya, cinta bisa dipraktikkan macam-ma cam.”
             “Ada yang saling membenci karena cinta.”
             “Ada yang bunuh-bunuhan karena cinta.”
             “Peperangan atas nama cinta.”
             “Gila. Jadi, substansi apa itu sebenarnya?”
             “Menurutku, cinta adalah energi dasar. Tunggal. Ke ben-
           cian pun berasal dari energi yang sama, hanya ia mengalami
           proses saturasi,” jelas Reuben, “dan semua pe milahan kate-

           gori cinta sesungguhnya adalah satu zat sama dengan kadar
           polusi berbeda-beda. Polusi itu tercipta di pikiran kita. Jadi,
           apabila pemilahan-pemilahan tadi le nyap, yang ada ha nya-
           lah—”
             “... mengalami.” Dimas tersentak.

             Mengalami? Reuben tercenung.
             “Cinta adalah mengalami,” ulang Dimas mantap.
           “B ukankah itu inti semuanya? Mengapa ada hidup, mengapa
           k ita mati, mengapa kita jatuh cinta, berkeluarga, beranak
           pinak, mengapa ada ini dan itu? Semuanya adalah penga-
           laman. Ingin mengalami adalah hasrat yang paling dasar.”



           148
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164