Page 155 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 155

KEPING 13


           Ferre



           Semua ketegangan tadi lumer ketika dua manusia itu akhir-
           nya bertemu. Tak dirasa lagi lelah akibat permainan petak
           umpet.
             Tiga jam yang berharga.

             “Padahal, wawancaraku baru mulai pukul tujuh nanti,
           lho,” gumam Rana sambil membelai rambut Re.
             “Ya, sih. Tapi, aku benar-benar harus muncul di  dinner
           meeting satu ini.”
             “Kalau aku jadi istri kamu, pasti sering ditinggal-ting gal,
           ya?”
             “Tapi, setidaknya kita bisa berduaan tanpa pakai stra tegi.

           Tanpa lihat belakang atau kiri-kanan.”
             Rana seketika menunduk. Merasa bersalah.
             Bunyi ponsel berdering. Milik Rana. Keduanya tersen tak.
             “Oops, tadi aku lupa matiin.” Rana menggeliat bangun.
             “Nggak usah diangkatlah,” rajuk Re.
             Namun, kemudian mereka sama-sama melihat nama yang

           muncul.
             “Sori,” suara Rana nyaris tidak terdengar.
             Re mengangguk kecil. Ekspresi wajahnya bertahan sama.
             Bergegas Rana menuju kamar mandi, dan menutup pintu.
           Suaranya terdengar  sayup-sayup  dalam  ruang  yang  meng-
           gema itu.





           144
   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160