Page 196 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 196
Dua IDIot abaD ke-21
mo del, peragawati top, namanya Diva. Ready stock, man. Asal
rela melepas, yah, sekitar seribu lima ratus sampai dua ribu
dolar. Mung kin lebih.”
“Kamu serius?”
“Aku nggak tahu detailnya. Entah itu tarif short time, long
time, sekali pukul, satu ronde, 24 jam. Yang pasti, dari dulu,
nona satu itu memang pasang tarif dolar. Tapi, semen ak
j
krismon, dengar-dengar ada penyesuaian juga. Konon, dulu
malah bisa sampai lima-enam ribu dolar.”
“Kok, kamu bisa tahu, sih, Lé?”
“Karena aku bukan kamu. Kuper, cuma tahu kerja me-
lulu,” Alé tersenyum lebar, “dan, sekalinya jatuh cinta mati-
matian, eh, malah istri orang.”
“Shut up.”
“Re,” nada Alé berubah serius, “sampai kapan pun ja ngan
kira aku bakal setuju tentang yang satu itu. Tapi, sampai
ka pan pun, jangan pernah ragu juga kalau aku akan selalu
mendukungmu. Setolol apa pun keputusan yang akhirnya
kamu ambil nanti.”
“Dua Idiot Abad ke-21.” Re tersenyum.
“Satu,” Alé meralat, “tapi, untukmu, aku rela direkrut jadi
idiot.”
Dan, saat seperti ini membuat Re berpikir ulang, apa kah
ini yang disebut cinta? Tidakkah seharusnya ia dan Alé
menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini, tanpa syarat apa-
apa, tanpa menghambat langkah hidup masing-ma sing, tanpa
185

