Page 251 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 251
KEPING 24
dan dia. Pistol kaliber 9 mm yang tidak pernah diguna kan.
Barang itu sebenarnya cuma suvenir pemberian. Ia sendiri
selalu menganggapnya pajangan, sampai malam ini.
Dulu, Re mengisi selongsongnya dengan satu peluru.
Sambil tertawa-tawa ia berkata, siapa tahu suatu saat nanti
ia harus bermain rolet Rusia. Re tersenyum tipis. Firasat itu
ternyata sudah ada sejak dulu. Tak pernah ia sangka, hidup-
nya akan diakhiri oleh sebuah permainan.
Jangan-jangan kelahirannya ke dunia ini juga cuma per-
mainan. Ekses humor Tuhan yang kebablasan.
Re menyesal ia terlalu serius menempuh hidup. Kese ri-
usan ternyata tidak membawanya ke mana-mana. Namun,
semuanya sudah terlambat.
Dimas & Reuben
“Oke, oke, sabar sedikit,” Reuben cepat-cepat menenang kan
Dimas yang sudah unjuk rasa. “Masih ada aliran Copen ha-
gen yang berinterpretasi bahwa dengan meng gunakan prinsip
komplementer, maka kondisi setengah hidup dan setengah
mati itu hanya abstraksi yang cuma eksis sebagai potensi
transendental, tapi observasi kitalah yang menjadikan salah
satu kemungkinan kolaps, mem buat kondisi dikotomis itu
akhirnya menjadi kondisi tung gal di dimensi tempat kita
mengobservasi.”
240

