Page 247 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 247
KEPING 24
Kesatria Schrödinger
imas cuma bisa melipat tangannya, menggeleng-
gelengkan kepala. “Aku nggak tahu lagi jadinya
Dbagaimana,” ia berkata lemas, “Kesatria telah men-
da patkan kepingan dirinya yang hilang, Pujangga, ho mun-
culus, si Manusia Kecil, figur bawah sadar yang dulu terlu-
pakan, tapi sekarang kembali hidup. Dan, betapa ia me nyu-
kai dirinya lagi. Tapi, sekarang semuanya direnggut. Hilang.
Kesatria kita baru kerampokan harta insaninya yang paling
besar: makna. Tanpa makna, buat apa lagi kita menjalankan
hidup?”
“Hidup memang tidak boleh kehilangan makna,” desis
Reuben.

