Page 250 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 250
Kesatria schrödinger
di domain kuantum. Sementara di realitas, ke hadiran se-
orang pengamatlah yang akan menentukan as pek mana yang
terpilih. Partikel atau gelombang. Sebelum pilihan diten tu-
kan oleh pengamat maka wavicle akan se lamanya mengam-
bang dalam keadaan dikotomis.”
“Kamu tidak membuatnya lebih mudah,” keluh Dimas.
“Coba, aku sederhanakan. Kamu dan aku taruhan mema kai
koin, pilihan kita hanya dua, gambar atau angka. Pe luangnya
sama. Ketika koin dilempar lalu ditutup, sebelum dibuka
koin itu tetap berada di kondisi setengah angka dan setengah
gambar. Betul begitu?”
“Seratus! Kok, aku nggak pernah kepikir pakai analogi
itu, ya?”
“Jadi, maksudmu, Kesatria kita sekarang berada dalam
keadaan setengah hidup dan setengah mati? Memangnya dia
zombie?”
“Hei, demikianlah menurut perhitungan matematis.”
“Omong kosong. Pasti ada jalan lain untuk menyelesai kan
paradoks itu.”
Ferre
Dua puluh empat jam pertama dalam hidupnya di mana ia
merasa begitu sendiri, tanpa dunia. Semua hiruk pikuk di
luar sana sudah tidak kuasa lagi menyentuhnya. Hanya ia
239

