Page 274 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 274
SemeSta memutuSkannya
“Smells like one, too,” Diva menambahkan. “Sebaiknya,
kamu menyuruh teman kamu mandi dulu,” ujarnya kepada
Alé, “nanti saya kembali lagi, bawa makan malam.”
Diva kemudian pergi begitu saja, meninggalkan kedua nya
terbengong-bengong.
“Kamu betulan kenal dia?” Alé bertanya heran.
Re menggeleng, lebih heran.
Alé tidak mau bertanya, segatal apa pun lidahnya. Situasi itu
sudah bercerita semua. Sudah bagus Re masih bisa du duk
j
tenang di hadapannya. Malah, agak terlalu tenang. Seju ur-
nya Alé tambah khawatir.
Lama mereka diam, tanpa pembicaraan.
“Pergilah berlibur. Tinggalkan dulu semua ini,” cetus Alé
akhirnya.
“Nggak ada yang perlu ditinggalkan.”
Kembali senyap.
“Kapan pun aku diperlukan, aku pasti siap. Tapi, seka-
rang, kelihatannya kehadiranku nggak terlalu berguna.” Alé
bangkit berdiri, “Aku senang kamu baik-baik saja.”
“Thanks,” jawab Re sungguh-sungguh, “aku senang kamu
datang.”
Alé menepuk bahu sahabatnya, dan Re menggenggam
tangannya balik. Hanya sekian detik, tapi Alé sudah bisa
me rasakan satu keganjilan lagi. Genggaman itu kukuh. Ges-
263

