Page 275 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 275

KEPING 27


           tur yang seharusnya tidak tecermin dari hati yang baru
           porak-poranda. Dan, bertepatan dengan langkahnya keluar
           pintu, Diva datang, membawa seloyang  macaroni schotel
           hangat.
             “Cuma ini yang ada. Semoga kamu suka,” ia menyo rong-
           kannya kepada Re, lalu menoleh, “barangkali kamu juga
           mau... Alé?”
             “Eh, nggak, makasih banyak.” Alé sudah keburu pu sing,
           terlalu banyak keganjilan dalam satu malam.

             “Saya—” Re lebih bingung lagi.
             “Makan saja. Kamu pasti lapar.”
             Larut malam, di meja makannya, sendirian, Re me man-
           dangi loyang licin di hadapannya. Hidup ini benar-benar
           aneh. Konon, kita memang tidak pernah tahu akan bertemu
           dengan siapa hari ini atau esok lusa. Dan, malam ini ia me-
           nemukan seseorang yang mampu memasak  maca roni  schotel
           sebegini enak.



           Dimas & Reuben


           “Reuben, sebelum kamu kembali ke dapur dan keluar de ngan
           ko pi baru, coba terangkan satu hal.”
             “Tepatnya, sebelum kamu berkomentar lagi mengenai
           kopiku, ya, silakan. By the way, the last three cups were decaf.”

             “Sebenarnya, secara ilmiah, bagaimana cara kesadaran
           nonlokal itu bekerja?”
             Reuben langsung meletakkan cangkirnya, bersiap me ne-


           264
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280