Page 280 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 280

Selamat Pagi, KoevoluSi

           Ferre



           Pekerjaannya menumpuk bukan kepalang. Herannya, ia tetap
           tenang. Sekalipun menghabiskan setengah hari untuk mem-
           beri  penjelasan  sana  sini, Re  dapat  bertahan stabil seolah
           tidak terjadi apa-apa. Anehnya lagi, ia tidak perlu bersan di-

           wara atau pura-pura. Re memang merasa baik-baik saja.
              Seluruh sisa pekerjaannya ia bawa pulang. Dan, ketika ia
           sendirian, benaknya pun sunyi. Tidak lagi hiruk pikuk
           seperti pasar pagi. Ia hanya mengemudi. Tak ada lamunan,
           apalagi beban.







           Kamar itu menyambutnya seperti sahabat lama. Hangat dan
           wajar. Tidak ada sudut-sudut yang membangkitkan kenangan
           dan menusuk-nusuk jantung. Re membereskan carikan-
           carikan kertas—surat-surat rahasianya untuk Rana—lalu
           me nyimpannya rapi di dalam laci. Tak keting galan pensil
           jelek itu, sembari berpikir bahwa dalam waktu dekat ini ia

           akan membuangnya. Kemudian, Re berjalan ke jendela, me-
           nutup tirai, mendadak tangannya berhenti.
              Bintang Jatuh, berdiri di seberang sana, memandangi nya.
           Dan, Re bertanya-tanya, sudah berapa lamakah ke biasaan itu
           berlangsung.
              Re lalu mengangkat tangan, melambai kecil.



                                                                 269
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285