Page 282 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 282
Selamat Pagi, KoevoluSi
“Mengganggu?”
“Oh, nggak. Silakan masuk.”
“Saya cuma ingin mampir sebentar,” Re lalu tertawa kecil,
“lucu, kita tetangga bertahun-tahun, tapi baru kenal kemarin
lusa.”
“Iya, ya.” Aku mengenalmu, jauh sebelum yang kau tahu.
“Satu hal yang lebih lucu. Kita berdua menggunakan
kamar yang sama untuk bekerja. Maaf, bukan berarti saya
tukang ngintip,” Re terkekeh lagi, “tapi, kamu juga tahu,
kan, ruangan kita yang saling menghadap ke jalan?”
“Kalau gitu, kamu juga harus memaafkan saya, Ferre.
Sa ya juga nggak pernah bermaksud mengintip.”
“Panggil saya Re.”
“Rasanya saya lebih senang menyebut Ferre. Nama itu
enak diucapkan.”
Re tergelak. “Saya nggak bisa menilai. Kita nggak pernah
memanggil diri kita sendiri, kan?”
“Nggak pernah?” tanya Diva lagi. “Kamu nggak per nah
mendengar dirimu memanggil nama kamu sendiri?”
Ada penekanan yang hampir tak kentara, tetapi sangat
terasa. Ada serpihan waktu teramat singkat di mana Re ter-
guncang mendengar pertanyaan itu. Dan, ada kekekalan
yang terasa ketika mereka saling menatap.
Pernahkah kamu merasa waktu mendadak lenyap, tapi bumi
tetap berputar?
271

