Page 281 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 281
KEPING 28
Dimas & Reuben
Mereka duduk santai, tidak ada yang sedang mood berpikir
berat-berat.
“Kamu lihat betapa ajaibnya hidup ini, Dimas?”
“Ya, Kesatria telah mengubah kisahnya,” kata Dimas
sambil tertawa lebar. “Dongeng itu tidak lagi dongeng hi tam
putih. Bukan si jahat dan si baik. Bukan lagi mencari siapa
yang salah dan benar. Solusi dicapai bukan dengan balas
dendam. Tapi, semua berpulang pada keberanian masing-
masing untuk mengubah konteks masalah.”
“Itu dia!” Reuben sontak bangkit berdiri. “Kamu GE-
NIUS!”
Dimas sama sekali tidak tersanjung. “Aduh, kita, kan,
sudah sepakat, istirahat dulu bicara yang berat-berat. Su-
dahlah,” keluhnya lemas, “kenapa kita nggak sekali-sekali
diam dan menikmati cerita?”
Diva
Tak lama kemudian, terdengar ketukan di pintunya. Diva
sudah tahu siapa yang datang.
“Hai.”
“Hai,” Diva menyapa ramah. Dia pasti tidak tahu, aku
tidak pernah menerima tamu.
270

