Page 283 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 283

KEPING 28


             Ya. Aku tahu maksudmu. Bumi yang kamu pijak ber putar,
           tapi waktu di benakmu beku.

             Pernahkah kamu merasa tidak di mana-mana, sekaligus ber-
           ada di mana-mana?
             Aku juga tahu itu. Perasaan lebur total yang tak terperi
           indahnya.
             Dan, pernahkah kamu tidak berkata-kata, tetapi kamu ber-

           bicara?
             Bukankah itu yang sedang kita lakukan sekarang, Ferre?
             Re tampak tersentak, sedikit.
             “Saya punya teh spesial. Racikan saya sendiri, pakai tiga
           jenis rempah dan empat macam bunga. Enak, deh. Mau
           coba?”
             “Tapi, saya benar-benar nggak mau ganggu—”
             “Sama sekali nggak. Ayo, silakan duduk. Saya buatkan

           dulu tehnya, ya. Habis itu kita bisa ngobrol-ngobrol,” Diva
           mencerocos cepat, dan langsung ngeloyor membuat teh spe-
           sialnya.







           Di teras belakang menghadap kebun mungil, mereka ber dua
           bercakap-cakap seperti sahabat lama. Kadang-kadang serius,
           kadang-kadang konyol. Terkadang kening keduanya berke-
           rut-kerut, tapi ada kalanya mereka terpingkal-ping kal.
             Tak perlu dimungkiri, malam itu sangat menyenang kan.



           272
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288